Penataan U-Turn SKA Ditargetkan Selesai Desember, Masyarakat Diminta Bersabar Manfaatnya Dirasakan Awal 2027
BHARABAS MEDIA, PEKANBARU -- Masyarakat Pekanbaru diminta bersabar selama proses pelebaran jalan dan penataan empat titik putar balik atau U-turn di kawasan Simpang Mal SKA Pekanbaru masih berlangsung.
Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau menargetkan pekerjaan tersebut rampung pada 20 Desember 2026 sehingga manfaatnya dapat mulai dirasakan masyarakat pada 1 Januari 2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Khairul Rizal, Rabu (28/10/2026), mengatakan pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas jalan sekaligus mengurai kemacetan, khususnya di bawah flyover SKA.
“Intinya, kami mohon masyarakat bersabar dan biarkan kami berprogres. Insyaallah pada 1 Januari 2027 nanti sudah ada perubahan lalu lintas di kawasan tersebut dan hasil penataan ini bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Khairul.
Ia menjelaskan, proyek Pelebaran dan Penambahan Lajur Jalan dalam Kota Pekanbaru itu memiliki nilai kontrak Rp36,87 miliar. Saat ini, progres fisik keseluruhan kegiatan telah mencapai sekitar 42,6 persen.
Pekerjaan tersebut mencakup dua lokasi, yakni Jalan HR Soebrantas Panam dan kawasan Simpang SKA, termasuk penataan empat U-turn. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada 20 Desember 2026 agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.
Khairul juga menanggapi masukan masyarakat yang menilai jalan di sekitar U-turn, terutama di depan RS Hermina, menjadi semakin sempit selama pengerjaan berlangsung.
Ia menegaskan, penataan tersebut justru dilakukan dengan memperlebar jalan dan menambah kapasitas untuk mengakomodasi pergerakan kendaraan.
“Banyak masukan yang kami baca, jalan disebut semakin kecil. Padahal, kami tidak memperkecil geometri jalan. Justru kami menambah lebar jalan. Jadi, setelah pekerjaan selesai, kapasitas jalan akan lebih besar,” jelasnya.
Sebagai contoh, Khairul menyebut lebar jalan di depan RS Hermina yang sebelumnya sekitar 7,2 meter untuk satu lajur akan ditingkatkan melalui penataan menjadi sekitar 17 meter pada bagian yang dikerjakan. Dari lebar tersebut, sekitar 10 meter diperuntukkan bagi arus kendaraan lurus dan 7 meter untuk jalur U-turn.
Pelebaran itu dirancang untuk mengatur pergerakan kendaraan agar lebih tertib, termasuk mengakomodasi kendaraan yang harus melewati titik putar balik sesuai rekayasa lalu lintas yang direncanakan.
Menurut Khairul, penataan U-turn tidak bisa dilepaskan dari keseluruhan desain pelebaran jalan. Karena itu, kondisi selama pengerjaan belum menggambarkan hasil akhir yang nantinya diterapkan.
“Tujuan utamanya bagaimana kami mengurai kemacetan, termasuk menghilangkan kemacetan di bawah flyover SKA. Kami mohon masyarakat bersabar karena pekerjaan ini masih berproses,” katanya.
Proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki masa pelaksanaan 121 hari dengan kontraktor pelaksana PT Melayu Riau.
Adapun empat titik U-turn yang ditata berada di depan Daikin dan Lotte Mart di Jalan Soekarno-Hatta, serta di depan RS Hermina dan Masjid RJ di Jalan Tuanku Tambusai. Penanganan tikungan di kawasan Living World juga termasuk dalam lingkup pekerjaan.
Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, penataan ini diharapkan dapat mendukung rekayasa lalu lintas yang lebih baik mulai awal tahun depan. Pemerintah berharap kapasitas jalan yang bertambah dapat membantu memperlancar arus kendaraan dan mengurangi kepadatan di kawasan Simpang SKA. (rls/pri)
Komentar Anda :