Kwalitas Udara Kategori Tidak Sehat, Warga Pekanbaru Diimbau Pakai Masker Saat Kabut Asap
BHARABAS MEDIA, PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru pada Rabu (9/9/2026) pagi masih berada dalam kategori tidak sehat.
"Berdasarkan pemantauan kualitas udara pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 112,8 µg/m³," kata Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati.
Kondisi tersebut menunjukkan partikel halus berukuran hingga 2,5 mikrometer masih cukup tinggi di udara Pekanbaru.
Selain PM2.5, sejumlah polutan lain juga terpantau, yakni PM10 sebesar 130,9 µg/m³, ozon (O?) 76,9 µg/m³, nitrogen dioksida (NO?) 46,9 µg/m³, dan sulfur dioksida (SO?) 37,2 µg/m³.
Kondisi kualitas udara ini terjadi di tengah masih berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau.
Data pemantauan hotspot hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 150 titik panas di Riau. Jumlah tersebut menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 170 titik.
Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 66 titik. Selanjutnya Bengkalis 26 titik, Indragiri Hilir 17 titik, Siak 10 titik, Dumai sembilan titik, Pelalawan delapan titik, dan Kuantan Singingi tujuh titik.
Hotspot juga terpantau di Kampar sebanyak tiga titik, Rokan Hilir dua titik, serta Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti masing-masing satu titik.
Secara keseluruhan, terdapat 1.607 hotspot di wilayah Sumatera. Sumatera Selatan menjadi penyumbang hotspot terbanyak dengan 1.038 titik, disusul Jambi 135 titik dan Lampung 73 titik.
Di tengah kondisi tersebut, hujan berpeluang turun di sejumlah wilayah Riau pada Rabu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan hingga sedang terjadi pada beberapa periode waktu.
Ranti Kurniati mengatakan hujan berpotensi terjadi sejak pagi hingga malam hari dengan wilayah yang berbeda-beda.
"Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai pada pagi, siang, sore hingga malam hari," ujar Ranti Kurniati.
Pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang berpeluang mengguyur sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Dumai.
Memasuki siang hari, hujan berpotensi terjadi di Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Dumai, dan Pekanbaru.
Sementara sore hingga malam hari, hujan diprakirakan kembali terjadi di Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Dumai.
Kondisi udara Riau diprakirakan berada pada kisaran kabur hingga cerah berawan. Suhu udara berkisar 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 50 hingga 100 persen.
Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam. Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan 0,5 hingga 1,25 meter dan masih berada dalam kategori rendah.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap karhutla, salah satunya dengan mendistribusikan masker kepada masyarakat dan berbagai instansi.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan hingga Selasa (8/9/2026), sebanyak 102.400 pcs masker telah didistribusikan.
"Masker ini kita distribusikan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi asap akibat karhutla yang masih terjadi di beberapa daerah di Riau," kata Zulkifli.
Masker tersebut disalurkan melalui pemerintah daerah, termasuk Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Kota Pekanbaru.
Distribusi juga dilakukan kepada sejumlah instansi dan organisasi, seperti Polri, BPBD dan Damkar Riau, Pramuka Kwartir Daerah Riau, DPD Projo Riau, organisasi kepemudaan, sekolah, universitas, kelurahan, hingga panti asuhan.
Diskes Riau juga membagikan masker secara langsung kepada masyarakat di sejumlah titik di Pekanbaru. Dari total 102.400 masker yang telah didistribusikan, saat ini masih tersedia stok sebanyak 21.300 pcs.
"Jadi stok awal itu kita punya 123.700 pcs masker. Kemudian yang sudah kita distribusikan 102.400 pcs. Sedangkan buffer stock tersedia saat ini tinggal 21.300 pcs," jelas Zulkifli.
Menurutnya, penyediaan dan pendistribusian masker merupakan bagian dari langkah antisipasi pemerintah untuk mengurangi dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, terutama warga di wilayah yang terdampak asap.
"Kita tetap siapkan buffer stock. Distribusi dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan," ujarnya.
Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masker, Diskes Riau kembali mengajukan tambahan bantuan kepada pemerintah pusat sebanyak 850 ribu pcs. Jumlah tersebut terdiri dari 800 ribu masker bedah dan 50 ribu masker N95.
"Pusat awalnya sudah mendistribusikan 100 ribu pcs ke kita, sebelum kabut asap melanda Riau. Kemudian kita mengajukan lagi penambahan 10 ribu pcs, itu kan sudah kita distribusikan. Dengan buffer stock 21.300 pcs yang ada saat ini kita kembali mengajukan lagi ke pusat," tutup Zulkifli. (rls/pri)
Komentar Anda :