Tetap Gelar Turnamen di Tengah Kabut Asap, Dispora Riau Dinilai Abaikan Kesehatan Anak-anak
Jumat, 28-08-2026 - 12:03:29 WIB

TERKAIT:
   
 

BHARABAS MEDIA, PEKANBARU -- Pelaksanaan PCSS Champions Festival 2026 di Stadion Utama Riau di tengah kondisi kualitas udara Kota Pekanbaru yang memburuk menuai sorotan.


Turnamen sepak bola usia dini yang digelar selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026, tersebut tetap dijadwalkan berlangsung di ruang terbuka.


Kegiatan yang diikuti anak-anak dari kelompok usia U-9, U-10, U-11 dan U-12 itu menjadi perhatian karena peserta menjalani pertandingan dan aktivitas olahraga dari pagi hingga sore. Kondisi tersebut dinilai berisiko apabila kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.


Sorotan juga mengarah kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau yang tetap memberikan ruang bagi pelaksanaan kegiatan olahraga anak di tengah kondisi kabut asap. Padahal, aktivitas olahraga di luar ruangan membuat peserta harus melakukan aktivitas fisik cukup berat dalam kondisi kualitas udara yang tidak baik.


Kekhawatiran tersebut semakin mengemuka karena saat ini sejumlah kegiatan pendidikan di Kota Pekanbaru telah menyesuaikan pelaksanaannya akibat kondisi udara.


Jika aktivitas belajar di dalam ruangan saja mendapat perhatian khusus, maka kegiatan olahraga anak yang dilakukan di luar ruangan selama berjam-jam dinilai perlu mendapatkan pertimbangan lebih serius.


Apalagi, olahraga dengan intensitas tinggi menyebabkan frekuensi pernapasan meningkat. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang menghirup udara dalam jumlah lebih banyak dibandingkan ketika melakukan aktivitas biasa.


Karena itu, kondisi kualitas udara menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam penyelenggaraan olahraga di ruang terbuka.


Kekhawatiran terutama tertuju pada peserta yang masih berusia anak-anak. Mereka dijadwalkan bertanding selama tiga hari berturut-turut dengan durasi kegiatan sejak pagi hingga sore.


Panitia PCSS Champions Festival 2026 diharapkan dapat menempatkan keselamatan dan kesehatan peserta sebagai prioritas utama.


Jika kondisi kualitas udara tidak memungkinkan, pelaksanaan pertandingan semestinya dapat disesuaikan, baik melalui perubahan jadwal, pengurangan aktivitas maupun pemindahan kegiatan ke lokasi yang lebih aman.


Coach Miskardi, selaku pemilik sekaligus pelatih Pekanbaru City Soccer School (PCSS), mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan kondisi udara tersebut kepada jajaran panitia.


"Iya, ini abang sampaikan di grup panitia," ujar Miskardi.


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara telah menjadi perhatian di lingkungan penyelenggara kegiatan.


Namun, keputusan akhir terkait keberlanjutan pertandingan tetap menjadi hal yang perlu dipertimbangkan dengan melihat perkembangan kondisi udara dan aspek keselamatan peserta.


Sementara itu, Kepala Dispora Riau Yurnalis belum memberikan tanggapan terkait pelaksanaan turnamen tersebut di tengah kondisi kabut asap.


Upaya konfirmasi telah dilakukan, baik melalui pesan maupun sambungan telepon. Namun, hingga berita ini diturunkan, Yurnalis belum memberikan komentar.


Kekhawatiran terhadap kesehatan anak-anak yang mengikuti kegiatan olahraga tersebut semakin beralasan menyusul tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pekanbaru.


Hingga Jumat (28/8), Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 563 kasus ISPA di Kota Pekanbaru. Angka tersebut menunjukkan adanya lonjakan kasus di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk.


Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada Jumat pagi (28/8), indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru yang tercatat melalui stasiun pemantau IQAir bahkan sempat mencapai angka 460.


Angka tersebut berada dalam kategori berbahaya. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kegiatan PCSS Champions Festival 2026 melibatkan anak-anak yang melakukan aktivitas fisik di luar ruangan dalam waktu cukup lama.


Dengan kondisi udara yang dapat berubah sewaktu-waktu, penyelenggara dan pihak terkait dinilai perlu melakukan pemantauan secara berkala sebelum maupun selama pertandingan berlangsung.


Keputusan melanjutkan atau menghentikan sementara kegiatan semestinya mempertimbangkan kondisi udara aktual demi mencegah risiko terhadap kesehatan para peserta.


Turnamen sepak bola usia dini memang penting untuk pembinaan dan pengembangan bakat anak. Namun, dalam kondisi kualitas udara yang buruk, aspek keselamatan peserta harus menjadi pertimbangan utama. Jangan sampai semangat pembinaan olahraga justru mengabaikan kesehatan anak-anak yang menjadi peserta. (rls/pri) 




 
Berita Lainnya :
  • Tetap Gelar Turnamen di Tengah Kabut Asap, Dispora Riau Dinilai Abaikan Kesehatan Anak-anak
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Presiden Prabowo Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Apresiasi Perluasan Akses Keuangan hingga Seluruh Daerah
    02 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Sabet Silver Award dan Special Award di Taiwan Innotech Expo 2026
    03 CAFEO ke-44 di Bandung, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer
    04 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Kesehatan untuk 5 Posyandu di Wilayah Ring 1
    05 Menko Bahlil Ungkap Cadangan BBM Nasional dan Strategi Hilirisasi
    06 Perluas Transaksi Digital, BRK Syariah dan Pemkab Kampar Bahas Integrasi QRIS Realtime Spliting Pajak Daerah
    07 Ikuti Semarak ISEF 2026, BI Riau Boyong Mitra Binaan
    08 Universitas Terbuka Pekanbaru Luluskan 589 Wisudawan/i
    09 Peringati Hari MBKN, RSUD Arifin Achmad Gelar Operasi THT- BKL
    10 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Luncurkan Produk SAF dengan 5 Persen Minyak Jelantah
    11 PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan
    12 Sinergi Bersama Stakeholder, KPP Madya Pekanbaru Gelar Forum Konsultasi Publik
    13 Dapat Penghargaan dari Pemprov Riau, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Sumbang 600 Kantong Darah Untuk Masyarakat
    14 Tinjau Operasi Pasar Murah di Melebung, Plt Gubri Bagikan Beras dan Minyak Goreng Gratis
    15 Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Melebung, Plt Gubernur Riau Berikan Beras dan Minyakita Gratis
    16 26 Tahun Biznet, Terus Berinovasi Menghadirkan Pengalaman Digital Terbaik untuk Indonesia
    17 Persiapan Haji Dimulai dari Perencanaan Keuangan, BRK Syariah Perkuat Layanan bagi Calon Jemaah
    18 Plt Gubri Kembali Terapkan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Jadwalnya
    19 Tampil di ISEF 2026, BRK Syariah Perkuat Eksistensi dan Layanan Keuangan Syariah
    20 Penanggulangan Karhutla di Riau Jadi Contoh dalam Pertemuan BPBD se-Indonesia
    21 Kartu Anggota KORPRI Berbasis e-Money, Upaya BRK Syariah Perluas Transaksi Digital
    22 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Salurkan Bantuan 500 Masker KN95 dan 350 Susu Kaleng
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau