Perkuat Penanganan TB di Riau, Kemenkes RI Serahkan Bantuan X-Ray Portable
Selasa, 04-08-2026 - 19:12:48 WIB

TERKAIT:
   
 


BHARABAS MEDIA, PEKANBARU - Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR menegaskan seluruh keluarga dan kontak erat pasien tuberkulosis (TBC) harus ditelusuri dan diperiksa 100 persen. Strategi ini menjadi langkah utama pemerintah untuk memutus rantai penularan sekaligus mengejar target eliminasi TBC di Indonesia pada 2030.


Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa dr. Benny ini saat dialog bersama Pemerintah Provinsi Riau mengenai percepatan penanggulangan TBC yang dirangkaikan dengan penyerahan Portable X-Ray untuk RSUD Rokan Hulu di Aula RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Selasa (4/8/2026).


"Kami sekarang membuat program supaya orang yang kontak erat dengan pasien TB harus 100 persen diperiksa. Yang kontak serumah, kontak erat, semuanya harus diperiksa. Jadi tidak hanya yang sakit saja yang diperiksa," tegas dr. Benny.


Ia menjelaskan, seseorang yang baru tertular bakteri TBC belum tentu langsung menunjukkan gejala. Masa inkubasi penyakit dapat berlangsung sekitar 10 hingga 12 minggu, bahkan bakteri bisa berada dalam kondisi dorman di dalam tubuh selama bertahun-tahun sebelum akhirnya aktif.


"Kalau hari ini seseorang tertular, belum tentu langsung sakit. Bisa 10 sampai 12 minggu baru muncul gejala, bahkan kumannya bisa tidur di dalam tubuh satu atau dua tahun sebelum aktif. Karena itu kontak erat harus segera ditemukan dan diperiksa," jelasnya.


Untuk mempercepat pelacakan, Kemenkes menyiapkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) khusus TBC yang dilengkapi Portable X-Ray berbobot sekitar tiga kilogram sehingga mudah dibawa ke daerah terpencil menggunakan sepeda motor.


"Alat ini bisa dibawa ke kampung-kampung. Pemeriksaan tidak harus di rumah sakit. Bisa dilakukan di kantor desa, balai pertemuan, posyandu, atau lokasi lain yang dekat dengan masyarakat," ujarnya.


Menurut dr. Benny, pendekatan jemput bola menjadi solusi bagi masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan. Ia mencontohkan warga di daerah kepulauan atau pelosok seperti Kepulauan Meranti yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk mencapai puskesmas.


Selain pemeriksaan, kontak erat yang belum sakit tetapi telah terpapar akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mencegah berkembangnya penyakit.


"Mereka yang belum sakit tetapi sudah tertular akan diberikan obat pencegahan. Diminum seminggu sekali selama 12 kali sehingga risiko berkembang menjadi TBC aktif bisa ditekan," katanya.


Di Riau, Kemenkes telah memetakan lokus pelaksanaan CKG khusus TBC di 1.170 titik. Di setiap titik lokus tersebut juga mendapat dukungan anggaran operasional diantaranya untuk mendukung tenaga kesehatan dan petugas lapangan dalam melakukan pelacakan kasus.


"Kami sudah siapkan anggaran operasional, alat rontgen, obat, hingga terapi pencegahannya. Yang kami butuhkan sekarang adalah dukungan pemerintah daerah untuk menggerakkan masyarakat datang diperiksa," ujar dr. Benny.


Ia menegaskan keberhasilan eliminasi TBC tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Peran gubernur, bupati, camat, lurah hingga kepala desa sangat penting untuk memastikan seluruh kontak erat pasien dapat ditemukan dan menjalani pemeriksaan.


"Kalau semua kontak erat berhasil kita telusuri, diperiksa, dan yang berisiko diberikan terapi pencegahan, maka rantai penularan TBC bisa diputus. Ini kunci untuk mencapai target eliminasi TBC tahun 2030," pungkasnya. (rls/pri) 




 
Berita Lainnya :
  • Perkuat Penanganan TB di Riau, Kemenkes RI Serahkan Bantuan X-Ray Portable
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 OJK Nilai Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di tengah Tekanan Global
    02 Rehabilitasi Irigasi Sasar 18.453 Hektare Sawah, Lima Kabupaten di Riau Jadi Prioritas
    03 Plt Gubri Sampaikan Usulan Pembangunan Jembatan dan Flyover ke Menteri PU
    04 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Kesiapsiagaan Firefighter melalui Agility Test
    05 Strategi PHR Regional 1 Jaga Produksi Migas di Tengah Tantangan Lapangan Mature
    06 BRK Syariah Dukung Proses Hukum Dugaan Korupsi KUR, Tegaskan Komitmen Berantas Fraud
    07 Progres RS UPT Kemenkes Riau Capai 90 Persen, Akhir Tahun 2026 Siap Diresmikan
    08 Cek Kesehatan Gratis Jadi Strategi Tekan Penyebaran TB, Plt Gubri: Lakukan Dengan Optimal
    09 Perkuat Penanganan TB di Riau, Kemenkes RI Serahkan Bantuan X-Ray Portable
    10 PUPR Riau Mulai Perbaiki Jalan Sontang-Duri
    11 BRI Apresiasi Layanan Kepada Pensiunan Jadi Bukti Komitmen Tingkatkan Kepuasan Loyalitas Nasabah
    12 Wujud Nyata Komitmen Sosial, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Santuni Anak Yatim Ring 1
    13 Pemprov Riau Jadikan Data BPS Acuan Mengawal RPJMD 2025-2029
    14 BRK Syariah Jadi Mitra yang Diharapkan Mendorong Ekonomi Desa Mengkait
    15 Sambut HUT ke-69 Riau, Pemprov Anjangsana ke Kediaman Gubernur Pada Masanya Syamsuar
    16 Plt Gubri SF Hariyanto Serahkan Penghargaan untuk 10 Koperasi Lintas Daerah di Riau
    17 Ketika Sebuah Gerobak Mengantarkan Harapan, Tekad Linda Jaga Mimpi Anak-Anaknya Agar Tetap Hidup
    18 Masuk Rangkaian Hari Jadi ke-69, Plt Gubri Ajak Masyarakat Hadiri Riau Bershalawat
    19 Ambulans untuk IKRAB Duri, Bukti Komitmen CSR BRK Syariah bagi Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat
    20 Cetak Peserta Terbanyak se-Riau Kepri, BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
    21 Pansel Umumkan Hasil Seleksi Admintrasi Komisaris dan Direksi BRK Syariah
    22 Kolaborasi BRK Syariah dan Disdukcapil Rohil Permudah Pelajar Miliki Tabungan SimPel dan KIA
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau