BHARABAS MEDIA, ANAMBAS – Desa Mengkait di Kabupaten Kepulauan Anambas menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Hamparan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setiap hari menghasilkan beragam komoditas seperti ikan, cumi-cumi, udang, hingga hasil laut lainnya. Di balik kekayaan tersebut, masyarakat masih membutuhkan pendampingan agar potensi alam yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa.
Harapan itu disampaikan Sekretaris Desa Mengkait, Marco. Menurutnya, kehadiran PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) atau BRK Syariah selama ini telah membawa manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui berbagai program tanggung jawab sosial yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
"BRK Syariah sudah hadir di desa kami yang berada di pulau ini. Kehadirannya bukan hanya memperkenalkan layanan perbankan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat. Kami berharap ke depan BRK Syariah dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pelatihan UMKM," ujar Marco.
Menurutnya, potensi hasil laut yang melimpah dapat menjadi fondasi lahirnya berbagai usaha mikro berbasis pengolahan pangan. Ikan, cumi-cumi, udang, dan hasil tangkapan lainnya dapat diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi sehingga tidak hanya bergantung pada penjualan hasil tangkapan dalam bentuk mentah.
Marco membayangkan, melalui pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat dapat menghasilkan beragam produk olahan khas Desa Mengkait yang mampu menembus pasar di berbagai wilayah Kepulauan Riau, bahkan menjadi buah tangan khas Kabupaten Kepulauan Anambas.
"Lokasi desa kami cukup jauh dan tidak mudah dijangkau. Justru itu menjadi peluang karena produk yang dihasilkan bisa memiliki nilai khas sebagai oleh-oleh dari Anambas. Kami yakin BRK Syariah memiliki visi yang sama untuk membangun ekonomi masyarakat dari potensi yang dimiliki desa," katanya.
Selama ini, kata Marco, bantuan CSR BRK Syariah telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya melalui penyaluran gerobak sorong yang digunakan warga untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Program tersebut dinilai menjadi bukti bahwa perusahaan hadir menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Desa Mengkait berharap program CSR dapat diperluas pada sektor pemberdayaan ekonomi, khususnya pengembangan UMKM berbasis potensi lokal agar masyarakat memiliki sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.
Marco menuturkan, kehidupan masyarakat Desa Mengkait masih sangat sederhana. Jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak membuat hubungan antarwarga terjalin erat dan saling membantu layaknya satu keluarga besar. Semangat gotong royong itu menjadi modal sosial yang dinilai penting dalam membangun usaha bersama apabila mendapat pendampingan yang tepat.
Di sisi lain, akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal masih terbatas. Jarak yang jauh dari pusat pelayanan publik membuat sebagian besar warga selama ini hanya berinteraksi dengan pemerintah desa dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi.
"Kami masih membutuhkan edukasi mengenai perbankan. Masyarakat di sini sebagian besar masih awam karena memang lokasi desa cukup jauh dari pusat pelayanan publik," ungkapnya.
Meski mayoritas penduduk Desa Mengkait merupakan nonmuslim, Marco menilai hal tersebut bukan menjadi hambatan untuk mengembangkan produk halal berbasis hasil laut. Justru ia melihat peluang besar agar masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai standar produksi halal sehingga produk olahan yang dihasilkan memiliki daya saing lebih luas.
"Kami berharap ada sosialisasi dan edukasi mengenai produk halal. Hasil laut yang kami miliki sangat memungkinkan untuk diolah menjadi produk halal yang berkualitas. Dengan begitu, produk masyarakat Desa Mengkait bisa diterima pasar yang lebih luas," tuturnya.
Harapan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Kehadiran BRK Syariah melalui layanan keuangan, edukasi literasi perbankan, serta program pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya UMKM berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (rls/pri)
Komentar Anda :