Merajut Kembali Mimpi yang Hanyut: Kisah Pengrajin Tenun Srikandi Serumpun Bangkit Bersama PHR
Jumat, 10-07-2026 - 18:13:25 WIB

TERKAIT:
   
 


PEKANBARU – Enam tahun telah berlalu, namun Salma Betty (50 tahun) masih mengingat dengan jelas bagaimana pandemi Covid-19 menghentikan denyut aktivitas para pengrajin tenun di Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur, Pekanbaru. Cobaan belum berhenti, banjir menerjang wilayah Rumbai setahun kemudian seolah mengubur impian para pengrajin tenun yang menggantungkan asa pada selembar kain.


Alat tenun, benang, serta pelbagai perlengkapan produksi lainnya tak mampu diselamatkan. Seluruhnya rusak dan lapuk diterjang genangan air, seolah menghapus jejak perjuangan yang telah mereka bangun sejak awal.


Sepenggal cerita masa lalu itu tidak membuat semangat para ibu-ibu pengrajin tenun ini luntur. Kini kelompok penenun Srikandi Serumpun Limbungan Gemilang kembali bangkit dan produktif. Tak sekedar melestarikan budaya, namun juga siap mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.


Menyatu dengan semangat pelestarian budaya dan mendorong ekonomi masyarakat, Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir melalui dukungan program pengembangan UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan Crafting. PHR mengajak kembali para penenun yang sempat vakum, menyelamatkan sebagian alat tenun yang masih dapat digunakan, serta menyediakan berbagai kebutuhan produksi.


“Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi kami untuk kembali berkarya dan menghidupkan potensi lokal yang sempat nyaris tenggelam,” kata Salma Betty yang sekaligus penggerak kelompok tenun.


Kelompok yang sempat vakum ini kini terus berkembang dengan 15 anggota aktif. Dukungan yang diberikan mencakup perbaikan fasilitas produksi, penyediaan kebutuhan benang serta pendampingan intensif untuk memastikan keberlanjutan usaha.


Komitmen untuk menghidupkan kembali tradisi menenun diwujudkan melalui pelatihan yang berlangsung secara berkelanjutan. Sejak Juni 2026, Kelompok Tenun Srikandi Limbungan mengikuti pelatihan dua kali setiap pekan. Hingga kini, tujuh sesi telah terlaksana, dengan target total 10 kali pertemuan. Antusiasme seluruh anggota yang konsisten hadir di setiap pelatihan menjadi cerminan semangat mereka dalam mengasah keterampilan.


“Menenun menjadi ruang bagi kami para ibu untuk terus berkarya dan lebih produktif. Setiap kain yang nantinya akan menghasilkan membawa harapan besar, karena selain menjadi kebanggaan, juga membuka peluang untuk meningkatkan perekonomian kami,” ujar Salma Betty.


PHR hadir sebagai langkah strategis dalam menyelamatkan potensi budaya lokal. Pendekatan ini terbukti efektif, pengrajin tenun Srikandi Serumpun saling menguatkan dan termotivasi untuk terus berkembang.  Kini mereka telah menetapkan standar produksi, di mana setiap mesin tenun ditargetkan mampu menghasilkan 15 kain berkualitas yang tetap mencerminkan identitas budaya Melayu


“Kebangkitan aktivitas tenun di Limbungan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian warisan budaya di tengah arus modern,” kata Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal.


PHR mendukung penguatan identitas budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi mendatang. Dengan kolaborasi yang terjalin, alat tenun yang sebelumnya sempat terdiam kini kembali beroperasi, menciptakan ruang produktif bagi para ibu serta menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya mampu bertahan dan berkembang di tangan masyarakat lokal. (rls/pri) 




 
Berita Lainnya :
  • Merajut Kembali Mimpi yang Hanyut: Kisah Pengrajin Tenun Srikandi Serumpun Bangkit Bersama PHR
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Dari Riau ke Istana, Rizqy dan Arifa Bidik Posisi Terbaik Pengibar Bendera Nasional
    02 Menambah Daya, Menjaga Produksi: Kisah di Balik Penguatan Kelistrikan Lapangan Libo Zona Rokan
    03 Perkuat Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global, Kanwil DJP Riau Perluas Sinergi Bersama Stakeholder
    04 Pansel Buka Perpanjangan Seleksi Dewan Komisaris dan Direksi BRK Syariah
    05 Dapat Super tiket, Pebulu Tangkis Muda Asal Siak hasil Lolos ke Karantina PB Djarum di Kudus
    06 Sumatera Cetak Harapan Baru Bulutangkis Indonesia, Lewat 15 Atlet Muda Peraih Super Tiket
    07 Closing Ceremony Audisi Umum PB Djarum 2026 Digelar, 15 Supertiket Diberikan Pemandu Bakat
    08 Jaga Fungsional Ruas Jalan di Rohul Yang Sempat Rusak Parah, UPTJJ Wilayah VI PUPR Riau Bergerak Cepat
    09 Bakat Muda Sumatera Tunjukkan Daya Juang Tinggi Menuju Partai Final
    10 Semarak Perempat Final Piala Dunia 2026 Jadi Berkah Melimpah UMKM Pekanbaru
    11 Dari Audiensi Umum PB Jarum 2026, Yuni Kartika Akui Potensi Atlet Luar Jawa Kian Menjanjikan
    12 Persatuan Wanita Patra Kilang Dumai Bagikan 100 Paket Makan Siang Jumat Berkah dan Mukena Gratis
    13 BRK Syariah Jalani Management Meeting Fitch Ratings Indonesia, Dukung Proses Pemeringkatan Tahun 2026
    14 Tesso Nilo dan Tanah Ulayat Jadi Fokus Pembahasan Pemprov Riau dan ATR/BPN
    15 Masuk Babak Final, Asyfha Selangkah Lagi Raih Supertiket Audisi Umum PB Djarum 2026
    16 Sharing Season Audisi PB Djarum 2026, Ungkap Peran Penting Orang Tua Terhadap Mental Calon Atlet Bulu Tangkis
    17 Disdik Riau Raih Predikat Pelayanan Baik, Plt Gubri SF Hariyanto: Bukti Komitmen Tingkatkan Pelayanan Terbaik
    18 PGN Raih Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2026
    19 Uji Publik Calon Anggota KPID Riau Ditutup, Prof Syarifah: Tidak Ada Masukan Warga
    20 Sektor Putra Tunjukkan Standar Kompetitif, Pertanda Pembinaan Usia Dini di Daerah mulai Berkembang
    21 Merajut Kembali Mimpi yang Hanyut: Kisah Pengrajin Tenun Srikandi Serumpun Bangkit Bersama PHR
    22 Bocah di Pelalawan Riau Tewas Diterkam Harimau Sumatera
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau