Yang Mati Bukan Radionya, Yang Mati Caranya (Sebuah Jawaban Atas Opini Radio Perlahan Jadi Kenangan)
Minggu, 13-09-2026 - 11:16:43 WIB

TERKAIT:
   
 


Yang Mati Bukan Radionya, Yang Mati Caranya (Sebuah Jawaban Atas Opini Radio Perlahan Jadi Kenangan)


Ferdy Arwandy - Praktisi Penyiaran


BHARABAS MEDIA, PEKANBARU -- Kalau kita bicara penyiaran, tentu tak lepas dari radio. 

Tapi radio yang kita bicarakan sekarang bukan lagi radio yang itu.


Dulu, radio adalah kotak di sudut rumah. Antenanya tinggi. Gelombangnya terbatas. Jangkauannya cuma 20 kilometer. 

Di sana orang mendengarkan musik, menyampaikan pesan, berkirim salam, bahkan menunggu nama disebut penyiar. Ada hubungan emosional. Itu benar.


Sekarang? Kotak itu memang sudah jarang. Tower FM memang banyak yang sepi. 

Tapi apakah suaranya ikut mati?


Tidak.


Radio tidak mati. Radio pindah rumah.


Dia pindah dari FM/AM ke YouTube Live. 

Dia pindah dari studio ber-AC ke HP Android di dashboard mobil. 

Dia pindah dari "menunggu lagu diputar" ke "request langsung di kolom komentar".


Yang berubah bukan kebutuhan manusianya. 

*Manusia tetap butuh ditemani. Butuh info tercepat saat banjir.* *Butuh musik yang sudah dikurasi. Butuh dengar suara manusia, bukan playlist robot.* 

*Itu semua tugas radio. Dan tugas itu belum selesai.*


Ya, pilihan hiburan sekarang banyak. YouTube, TikTok, Podcast, Spotify. 

Tapi coba tanya: mana yang bisa live 24 jam tanpa kamu pencet next? 

Mana yang bisa ngumumin jalanan macet hari ini? 

Mana yang penyiarnya bisa nyebut nama kamu sekarang juga?


Itu radio.


Sebagian orang menyayangkan matinya radio. Dan saya juga. 

Tapi yang kita sayangkan bukan radionya. Yang kita sayangkan adalah kita yang terlalu lama bertahan di tower, sementara pendengar sudah pindah ke internet.


Dokter bilang: "Realistis sajalah. Injak bumi." 

Saya setuju. 

Realistisnya adalah: telepon kabel memang mati. Karena diganti HP. 

Tapi radio tidak diganti. Radio hanya ganti baju. 

Dari frekuensi, jadi konten. Dari gelombang, jadi streaming.


Jadi kalau memang sudah waktunya mengubur tower dan pemancar, mari kita kuburkan dengan baik. Terima kasih atas jasanya. 

Tapi mikrofonnya jangan ikut dikubur.


Karena selama masih ada orang yang mau bicara, dan masih ada orang yang mau mendengar... 

Radio tidak akan pernah mati. Dia hanya ganti nama.


Maaf! Tapi ini faktanya.


*Selamat Hari Radio Nasional!*




 
Berita Lainnya :
  • Yang Mati Bukan Radionya, Yang Mati Caranya (Sebuah Jawaban Atas Opini Radio Perlahan Jadi Kenangan)
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Investasi Riau Capai Rp47,91 Triliun, Serap 41.632 Tenaga Kerja
    02 Pemprov Riau Butuh Anggaran Rp22 Triliun Perbaiki Jalan Provinsi
    03 Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI
    04 Penataan U-Turn SKA Ditargetkan Selesai Desember, Masyarakat Diminta Bersabar Manfaatnya Dirasakan Awal 2027
    05 Plt Gubri Sebut Iskandar Hoesin Sosok Berdedikasi Tinggi Majukan Dunia Olahraga Riau
    06 Sumpah Pemuda 2026: Generasi Muda Harus Patriotik, Gigih dan Berempati
    07 Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
    08 Antisipasi Ancaman Siber, BRK Syariah Gelar Workshop Penanganan Siber
    09 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan Kilang Balikpapan Salurkan 1.090 Masker KN95 Untuk Warga Kalimantan
    10 Tumbuh 28,97 Persen, Hingga September 2026 Penerimaan Pajak Kanwil DJP Riau Capai Rp13,23 Triliun
    11 BRK Syariah Dukung Hutan.ID Fest 2026, Fasilitasi Promosi UMKM Nasabah
    12 DJPb Catat Transfer ke Daerah Riau Turun, DBH Merosot 57,62 Persen
    13 BRK Syariah Salurkan Bantuan CWLD kepada Yayasan Al-Ihsan Riau
    14 Jembatan Rumbio hingga Candi Muara Takus Jadi Perhatian Pemprov Riau
    15 BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
    16 Pemprov Riau Minta PLN Perkuat Penerangan Jalan dan Fasilitas Kendaraan Listrik
    17 APBDP Riau 2026 Mulai Bisa Dijalankan, Target Realisasi 90%
    18 Hasil Seleksi Calon Pimpinan Baznas Riau Diumumkan, 10 Nama Diserahkan ke Gubernur
    19 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Paparkan Strategi Pengelolaan Sampah dan Program Penanggulanan Abrasi di Kota Dumai
    20 Riau Posisi Tertinggi Program Imunisasi Nasional, SF Hariyanto Pastikan Komitmen Cegah Stunting
    21 BRK Syariah Gandeng KPJ Batu Pahat, Nasabah Prioritas Dapat Edukasi Kesehatan
    22 Bendung Dampak Kabut Asap Pemprov Riau Sudah Bagikan 200 Ribu Masker
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau