Riset BRIN: Sidat Sumber Gizi Tertinggi, Kalahkan Salmon dalam Kandungan DHA dan EPA
Jumat, 21-11-2025 - 07:15:32 WIB

TERKAIT:
   
 

BHARABAS MEDIA, PEKANBARU – Pemahaman umum masyarakat mengenai sumber daya ikan dengan nilai gizi tertinggi, khususnya kandungan omega-3 (DHA dan EPA), sering kali tertuju pada salmon. Namun, sebuah hasil riset terbaru mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Peneliti Ahli Utama dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gadis Sri Haryani, memaparkan bahwa ikan sidat (eel) adalah jawaranya.


Menurut Gadis, di antara salmon, sidat, dan gabus, ikan sidat memiliki kandungan omega-3 tertinggi. Di samping kaya akan nutrisi esensial lain seperti vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, protein, kalori, dan fosfor.


Kandungan gizi tinggi ini memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Secara spesifik, DHA (asam dokosaheksaenoat) berperan krusial dalam mendukung perkembangan dan fungsi otak. Sementara itu, EPA (asam eicosapentaenoat) sangat membantu dalam mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan jantung.


"Selama ini, kita selalu mengira salmon yang paling tinggi, ternyata sidat justru memiliki nilai gizi tertinggi," ungkap Gadis Sri Haryani dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (21/11/25).


Besarnya potensi ekonomi dan nilai gizi ini menjadikan ikan sidat sebagai salah satu sumber daya perikanan strategis di Indonesia. Oleh karena itu, Gadis menekankan pentingnya pendekatan pengelolaan berkelanjutan dan berbasis sains (science-based management) guna mencegah eksploitasi berlebih yang dapat mengancam populasi sidat di masa mendatang. Pengelolaan yang baik sangat diperlukan mengingat sidat termasuk dalam kategori biologi kritis dengan siklus hidup katadromus yang unik dan rumit.


Gadis menerangkan bahwa siklus hidup katadromus berarti sidat menetas di laut dalam sebagai leptocephalus (larva belut) yang unik, berbentuk pipih, transparan, dan tidak mampu berenang. Selama perjalanan migrasinya dari perairan laut dalam menuju estuari (muara sungai tempat bercampurnya air tawar dan air laut), ia bermetamorfosis menjadi sidat kaca (glass eel). Siklus hidup yang melibatkan tiga ekosistem laut, estuari, dan air tawar ini membuat populasi sidat sangat rentan terhadap berbagai ancaman ekologis.


Saat ini, tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya permintaan pasar dan tekanan penangkapan glass eel di alam liar. Gadis menyoroti bahwa eksploitasi glass eel yang berlebihan, perubahan lingkungan muara, terganggunya pola migrasi, serta perubahan pola musim panen mengakibatkan ketersediaan pasokan untuk industri menjadi tidak stabil.


"Ketersediaan pasokan glass eel ini mengakibatkan harga fluktuatif di lapangan, dari harga tinggi hingga harga terendah," jelas Gadis. Bahkan, sering terjadi kasus di mana glass eel tidak terserap di pasar industri karena keterbatasan kapasitas hatchery (pembenihan).


Dalam upaya menjaga kelestarian sumber daya dan menjamin pemanfaatan berkelanjutan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menerbitkan kebijakan pembatasan kuota penangkapan glass eel dan penetapan ukuran minimal ekspor sidat sebesar 150 gram per ekor. Regulasi ini bertujuan untuk mengurangi tekanan eksploitasi terhadap populasi liar sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah melalui kegiatan pembesaran di dalam negeri. Sayangnya, efektivitas kebijakan ini masih terhadang berbagai hambatan.


"Efektivitas kebijakan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kapasitas pembesaran dan hatchery, ketergantungan pada pakan impor, serta lemahnya sistem pengawasan dan koordinasi antar pemangku kepentingan,” urai Gadis.


Ia menegaskan, bahwa tata kelola ekologi harus menjadi fondasi mutlak bagi hilirisasi industri sidat. Tata kelola ini mencakup implementasi rencana aksi nasional, penerapan konservasi berbasis bukti ilmiah, serta perlindungan struktur dan fungsi alami ekosistem perairan. (rls/pri) 




 
Berita Lainnya :
  • Riset BRIN: Sidat Sumber Gizi Tertinggi, Kalahkan Salmon dalam Kandungan DHA dan EPA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 CAFEO ke-44 di Bandung, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer
    02 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Kesehatan untuk 5 Posyandu di Wilayah Ring 1
    03 Menko Bahlil Ungkap Cadangan BBM Nasional dan Strategi Hilirisasi
    04 Perluas Transaksi Digital, BRK Syariah dan Pemkab Kampar Bahas Integrasi QRIS Realtime Spliting Pajak Daerah
    05 Ikuti Semarak ISEF 2026, BI Riau Boyong Mitra Binaan
    06 Universitas Terbuka Pekanbaru Luluskan 589 Wisudawan/i
    07 Peringati Hari MBKN, RSUD Arifin Achmad Gelar Operasi THT- BKL
    08 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Luncurkan Produk SAF dengan 5 Persen Minyak Jelantah
    09 PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan
    10 Sinergi Bersama Stakeholder, KPP Madya Pekanbaru Gelar Forum Konsultasi Publik
    11 Dapat Penghargaan dari Pemprov Riau, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Sumbang 600 Kantong Darah Untuk Masyarakat
    12 Tinjau Operasi Pasar Murah di Melebung, Plt Gubri Bagikan Beras dan Minyak Goreng Gratis
    13 Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Melebung, Plt Gubernur Riau Berikan Beras dan Minyakita Gratis
    14 26 Tahun Biznet, Terus Berinovasi Menghadirkan Pengalaman Digital Terbaik untuk Indonesia
    15 Persiapan Haji Dimulai dari Perencanaan Keuangan, BRK Syariah Perkuat Layanan bagi Calon Jemaah
    16 Plt Gubri Kembali Terapkan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Jadwalnya
    17 Tampil di ISEF 2026, BRK Syariah Perkuat Eksistensi dan Layanan Keuangan Syariah
    18 Penanggulangan Karhutla di Riau Jadi Contoh dalam Pertemuan BPBD se-Indonesia
    19 Kartu Anggota KORPRI Berbasis e-Money, Upaya BRK Syariah Perluas Transaksi Digital
    20 Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Salurkan Bantuan 500 Masker KN95 dan 350 Susu Kaleng
    21 BRK Syariah Raih Penghargaan Kemitraan Ekosistem Keuangan Kampus di Milad ke-64 UNRI
    22 Pertamina Hulu Indonesia Raih Lima Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau