Pekanbaru Komitmen Turunkan Stunting 12 Persen
Jumat, 03-03-2023 - 20:10:00 WIB
PEKANBARU -- Guna percepatan penurunan Stunting di Pekanbaru digelar rapat pelaksanaan forum koordinasi percepatan penurunan Stunting kota Pekanbaru tahun 2023 pada Jumat (3/2 ). Rapat atau forum ini bertujuan untuk menyampaikan hasil Analisa serta rencana kegiatan intervensi penurunan Stunting di Pekanbaru, serta membangun komitmen dalam kegiatan penurunan Stunting secara terintegrasi di dalam kota Pekanbaru.
Untuk itu semua Stakeholder/pihak untuk sama-sama terlibat dalam upaya penurunan Stunting di Pekanbaru hingga berada di angka 12 Persen. Hal ini disampaikan oleh Ketua tim Percepatan Penurunan Stunting kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, saat membuka forum tersebut.
“Dalam rangaka untuk meningkatkan kinerja tim percepatan penurunan stunting, perlu dilakukan forum seperti ini. Saya selaku ketua tim percepatan penurunan stunting berharap semua pihak Bersama-sama memberikan perhatian serius kepada masalah-masalah kesehatan masyarakat kita termasuk Stunting. Karena upaya percepatan penurunan Stunting merupakan program nasional yang telah dimasukkan ke dalam rencana pembangunan nasional jangka Panjang 2020-2024. Untuk diingat lagi berdasarkan survei SSGI Tahun 2022 angka Stunting Indonesia berada di angka 21,6 persen, dan target pemerintah harus turun menjadi 14 persen tahun 2024,” papar Indra Pomi.
Lebih lanjut Indra Pomi meminta komitmen peserta forum yang dihadiri oleh para kepala badan, kepala dinas, kepala kantor serta tim percepatan penurunan stunting kota pekanbaru untuk menurunkan angka stunting di pekanbaru menjadi 12 persen, yang diaminkan oleh seluruh peserta forum.
“Bapak dan Ibu yang hadir saat ini saya ingin bertanya dan langsung dijawab ya, apakah Bapak Ibu siap dan serius menurunkan angka stunting di pekanbaru di angkan 12 persen?, alhamdulillaah ini komitment kita Bersama dan disaksikan oleh tamu undangan yang hadir dan jnuga disaksikan oleh tuhan,” kelakar Indra.
Di tempat yang sama kepala perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Dra.Mardalena Wati Yulia M.Si, menyampaikan bahwa sebagai upaya mempercepat penurunan stunting, pekanbaru telah membentuk 981 tim pendamping keluarga yang akan bertugas memberikan pendampingan bagi keluarga beresiko stunting. Tim ini terdiridari kader para bidan, PKK, yang tersebar di setiap kelurahan di pekanbaru.
“Pekanbaru saat ini sudah memiliki 981 Orang Tim pendamping bagi keluarga beresiko Stunting yang terdiri dari kader Bidan, Kader PKK. Tim ini bertugas mendampingi keluarga beresiko, mulai dari calon pengantin dan ibu menyusui,” kata Mardalena.
Lebih lanjut Mardalena menyampaikan bahwa tim ini sudah bergerak dua tahun terakhir. BKKBN juga telah bekerjasama dengan kementrian Agama dengan melakukan program Screening atau Pemeriksaan Kepada Calon Pengantin sebagai upaya pencegahan Stunting dari hulu. Dengan screening ini akan terlihat calon pasangan beresiko melahirkan bayi Stunting. Dengan demikian akan lebih mudah untuk dilakukanintervensi audit stunting. (AD)
Komentar Anda :