Buronan Polda Riau, Plt Bupati Bengkalis, Muhammad berhasil ditangkap dan ditahan oleh Polda Riau sejak Jumat p" />
 
 
Pelarian Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bengkalis, Muhammad, Berakhir Sudah
Senin, 10-08-2020 - 23:23:39 WIB

TERKAIT:
 
  • Pelarian Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bengkalis, Muhammad, Berakhir Sudah
  •  

    PEKANBARU -- Buronan Polda Riau, Plt Bupati Bengkalis, Muhammad berhasil ditangkap dan ditahan oleh Polda Riau sejak Jumat pekan lalu.

    Sejak awal Maret 2020, Muhammad telah  ditetapkan oleh Polda Riau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Tersangka dugaan korupsi pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir tersebut lari dan bersembunyi, berpindah-pindah tempat dari Pekanbaru pindah ke Jakarta. 

    Setelah terendus ada di Jakarta, pindah ke Bandung, Yogyakarta, berganti tempat dari hotel ke hotel, hingga akhirnya ke kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Pada awal pelarian yang bersangkutan masih menjabat sebagai Plt Bupati Bengkalis, setelah Bupati Amril Mukminin ditahan oleh KPK. 

    Sejak Februari 2020, Muhammad mengendalikan Pemerintahan Kabupaten Bengkalis dari tempat persembunyiannya, hingga keluar keputusan Gubernur Riau berupa SK Pengangkatan Sekda Bengkalis BUSTAMI HY selaku Pelaksana Harian (Plh) pada 11 Maret 2020.

    "Buronan (Muhammad) kita tahan sejak Jumat lalu di Mapolda Riau," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, SH, MSi, melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi, Minggu (9//8/2020).

    Sebelumnya Penyidik telah melakukan pemanggilan pertama sebagai tersangka pada 3 februari 2020, namun Muhammad tidak hadir. 

    Pada panggilan kedua juga tidak hadir tanpa alasan yg sah. Saat itu tersangka mengajukan penundaan pemeriksaan dengan alasan akan melaksanakan pernikahan putri kandungnya dan bermohon untuk diperiksa pada tanggal 25 Februari 2020.
     
    Namun, kata Kombes Andri, hingga waktu yang telah ditentukan tersebut, tersangka juga tidak pernah hadir. Saat itu penyidik langsung  mengecek keberadaan tersangka di kantor Bupati Bengkalis, rumah dinas, rumah pribadi maupun lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat persinggahannya, namun tersangka Muhammad tidak ditemukan dan telah melarikan diri.

    Mangkir dari dua kali panggilan penyidik, Muhammad justru tiba-tiba mengajukan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru terhadap penetapan status tersangka yang didaftarkan pada Rabu, 26 Februari 2020,  dengan Nomor Register Perkara 4/Pid.Pra/2020/PN Pbr. 

    Namun upaya praperadilan tersebut kandas dan pengadilan menolak seluruh isi gugatan praperadilannya. Dalam putusannya di PN Pekanbaru, Selasa, 24 Maret 2020 silam, Hakim tunggal Yudisilen mengatakan, Ditreskrimsus Polda Riau dalam menetapkan Muhammad sebagai tersangka sudah sesuai prosedur dan perlu dibuktikan di persidangan.

    Polda Riau kemudian menetapkan Muhammad dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), awal Maret 2020, usai mangkir dari dua kali panggilan.

    "Dasar penetepan DPO, karena Muhammad tidak kooperatif selama proses penyidikan," kata Andri. 

    Plt Bupati Bengkalis ini langsung menghilang usai ditetapkan sebagai DPO oleh Polda Riau.
    Dengan ditolaknya praperadilan Muhammad, hakim memerintahkan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau untuk melanjutkan proses penyidikan dugaan korupsi pengadaan pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada 2013 silam.

    "Sebelum penahanan, kita lakukan pemeriksaan rapid test utk memastikan yg bersangkutan tidak dalam status reaktif Covid-19," kata Andri.

    Polda Riau menerapkan protokol kesehatan terhadap seluruh tahanan yg baru masuk, maupun sedang menjalani masa penahanan. Tahanan baru wajib mengikuti rapid test sebelum masuk dan akan dilakukan swab selama dalam penahanan.

    Penahanan terhadap tersangka Muhamad ST. Ini menjadi jawaban atas komitmen Polda Riau dalam memberantas Korupsi. 

    “Pemberantasan korupsi itu harus dicabut seakar-akarnya, sehingga tidak muncul kembali dimasa yang akan datang” pernyataan Kapolda beberapa waktu yang lalu dalam sebuah diskusi. 

    Polda Riau mendeteksi adanya pola unik korupsi di Riau berupa keterlibatan swasta, bukan penyelenggara negara atau PNS, sebagai pengendali korupsi. Perlu pendekatan khusus dalam menghadapi kejahatan yg menyedot darah rakyat itu, salah satunya dengan ketegasan. (JG)



     
    Berita Lainnya :
  • Pelarian Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bengkalis, Muhammad, Berakhir Sudah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Janda Bolong dan Jenis Tanaman Monstera Lainnya yang Memikat
    02 Suarez Resmi Bergabung Dua Tahun di Atletico Madrid
    03 Jokowi Gelontorkan Rp203,9 T Lindungi Rakyat dari Corona
    04 Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
    05 Timnas Indonesia U-19 Kalah 0-1 dari Bosnia
    06 Pemerintah Minta Warga Tetap Pakai Masker di Dalam Rumah
    07 Presiden Resmikan Jalan Tol Permai Secara Virtual, Gubri: Ini Menjadi Tonggak Sejarah Bagi Riau
    08 Akhir Oktober APBD-P Ditargetkan Sudah Bisa Digunakan
    09 Penajaman Tugas, Pemko Bentuk Satgas Penanganan Covid-19
    10 Pembangunan ZI WBK di BKKBN Riau
    11 Rekomendasi Lama Waktu Tidur Berdasarkan Usia
    12 Marc Marquez Hadir di MotoGP Catalunya 2020
    13 Kemenhub Beberkan Sepeda Impor Banjiri Pasar
    14 Sore Hingga Malam, Sebagian Besar Wilayah Riau Berpotensi Hujan
    15 Jaga Kekebalan Tubuh dengan Minum Susu
    16 Barcelona Blunder Lepas Suarez Si Tangan Kanan Messi
    17 Kasus Corona Melonjak, Satgas Covid Tuding Warga Makin Lengah
    18 Kabupaten Berbatasan dengan Pekanbaru Diminta Segera PSBM
    19 Presiden RI Joko Widodo Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai Jumat Siang
    20 Diskes Minta Aktivitas DPRD Pekanbaru Distop
    21 Tim Gabungan Sudah Jaring 1.160 Pelanggar PSBM di Tampan
    22 Timnas U-19 vs Bosnia: Momen Pahit Shin Tae Yong
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau