Bahaya Menghirup Polusi Udara Perkotaan bagi Kesehatan
Rabu, 18-11-2020 - 09:35:27 WIB
Ilustrasi. Polusi udara yang terhirup saat berolahraga di luar ruangan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. (AFP)
TERKAIT:
 
  • Bahaya Menghirup Polusi Udara Perkotaan bagi Kesehatan
  •  

    BULETINSATU.com -- Pandemi Covid-19 mengubah gaya hidup sebagian besar masyarakat, termasuk dalam berolahraga. Beberapa yang belakangan cukup diminati dan menjadi tren yakni olahraga di luar ruangan seperti bersepeda dan lari.

    Terlepas memiliki waktu yang lebih luang karena bekerja dari rumah, tapi pilihan terus berolahraga juga menjadi cara agar kesehatan tetap terjaga. Hanya saja, ada risiko yang tak disadari saat berolahraga di luar ruangan, yakni bahaya polusi udara.

    Piotr Jakubowski, Co-founder & Chief Growth Officer Nafas, mengungkapkan bahwa berdasarkan data temuan dari pengukur kualitas udara yang tersebar di Jabodetabek, banyak lokasi yang sering kali memiliki tingkat PM2.5 yang telah melebihi 100 (ambang batas aman).

    Melihat kondisi itu, Dokter Spesialis Paru Erlang Samoedro, kemudian memaparkan bahaya bagi kesehatan jika PM2.5 terhirup ke dalam tubuh.

    PM2.5 merupakan polutan paling berbahaya jika terhirup di tubuh manusia. Apalagi, sekali berolahraga, tingkat pernapasan akan meningkat signifikan hingga 40-60 napas per menit, berbeda dengan aktivitas normal yang hanya mengambil napas 15 kali per menit.

    Menurut Erlang, PM2.5 merupakan partikel debu yang sangat kecil, bahkan lebih kecil dari rambut sehingga ketika masuk ke ke saluran nafas bisa sampai ke alveol atau ujung paru.

    "Debu-debu ini ada sistem untuk mengeluarkannya, tapi kalau dalam jumlah banyak, sistem pengeluaran tubuh tidak sebanding dengan udara yang masuk. Akibatnya, bisa terjadi penumpukan," katanya dalam acara webinar pada Selasa (17/11).

    Penumpukan PM2.5 itu yang lantas diungkapkan Erlang bisa memicu peradangan lokal di paru, serta menyebabkan asma dan penyakit pernafasan lain kambuh.

    "Karena dia sangat kecil sekali, ketika masuk ke paru berdifusi ke pembuluh darah. Dan ketika sudah masuk ke pembuluh darah akan beredar ke seluruh tubuh. Itu bisa menimbulkan serangan-serangan yang terkait pembuluh darah seperti serangan jantung dan stroke," papar Erlang.

    Bahkan, lanjut Erlang, jika penumpukan PM2.5 berlangsung terus menerus dalam jangka panjang, itu dapat memicu kanker paru.

    Bahaya polusi udara ini sendiri sempat dialami oleh atlet lari Adinda Sukardi beberapa tahun silam.

    Adinda mengungkapkan bahwa dirinya mengalami masalah pernafasan setelah lari pagi sejauh 4 kilometer di Shanghai, China.

    "Saat itu sedang musim dingin, dan langit terlihat abu-abu. Saya pikir bukan karena polusi, tapi karena cuaca dingin saja," tutur Adinda.

    Sebelum lari, Adinda merasa tubuhnya dalam kondisi sehat dan dapat berlari dengan cepat. Namun, beberapa waktu setelah lari, ia didiagnosis memiliki asma.

    "Hari itu akhirnya membuka mata saya, bahwa penting untuk memastikan kualitas udara yang kita hirup dari keseharian kita. Karena buat saya, hal itu berdampak sangat besar. Selama dua tahun perfoma saya menurun sebagai atlet lari," katanya.

    Sejak itu, Adinda mengaku rajin untuk memeriksa kualitas udara lebih dulu sebelum berolahraga di luar ruangan. Jika tidak aman, ia memilih untuk mengubah kegiatan berolahraga menjadi di dalam ruangan. (CNI)



     
    Berita Lainnya :
  • Bahaya Menghirup Polusi Udara Perkotaan bagi Kesehatan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Cegah Corona, Pemprov Riau Antisipasi Klaster Sekolah
    02 Disdik Targetkan Pekan Depan 80 Persen Pelajar Tuntas Divaksin
    03 Pekanbaru Ditargetkan Herd Immunity Desember
    04 Pemerintah Buka Opsi TNI-Polri Jadi Penjabat Gubernur
    05 PPKM Level II, Kasatpol PP Pastikan Patroli Prokes Tetap Berjalan
    06 Dishub Sebut Pihak Ketiga Penuhi Target Pendapatan Parkir
    07 Peringati Hari Lalulintas Ke 66, Kapolda Riau Berikan Penghargaan Personel Berprestasi.
    08 Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Wajib Gunakan PeduliLindungi
    09 Sebagian Besar Wilayah Riau Masih Berpotensi Hujan
    10 Mushaf Alquran dan Beras Gratis Sapa Mualaf Suku Akit di Pulau Penyalai
    11 Wali Kota Pekanbaru Targetkan Dua Pekan Turun ke PPKM Level Satu
    12 Vaksinasi Merdeka Serentak, Polda Riau Gandeng Perguruan Tinggi Siapkan 9000 Vaksin Dan 1500 Paket
    13 Pemerintah Ancam Pidanakan Pelaku Pengalihan Aset BLBI
    14 Tititk Panas Nihil, Sebagian Besar Wilayah Riau Masih Berpotensi Hujan
    15 Pekanbaru Masuk PPKM Level 2
    16 COVID-19 di Riau Sudah Turun, Gubri Imbau Masyarakat Tetap Lakukan Prokes
    17 Aktivitas Belajar Tatap Muka di SMP Negeri 44 Dihentikan Sementara
    18 Tito Terbitkan 2 Inmendagri soal PPKM, Aturan Dilonggarkan
    19 Hari Ini Sebagian Besar Wilayah Riau Berpotensi Hujan
    20 Diduga Korupsi Hibah Alat Kesehatan, Polda Riau Tahan dr HM
    21 Sudah 110 Anak yang Terdata Kehilangan Orangtua Karena Covid
    22 Bakamla Pastikan Keamanan di Laut Natuna Kembali Terkendali
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau