Menteri ESDM Terbitkan Aturan mengenai PLTS Atap
Minggu, 23-01-2022 - 09:29:00 WIB
Ilustrasi.
TERKAIT:
 
  • Menteri ESDM Terbitkan Aturan mengenai PLTS Atap
  •  

    JAKARTA -- Sebagai upaya pemerintah dalam mencapai target energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap yang Terhubung pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum (IUPTLU).

    Peraturan Menteri ESDM ini merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya sebagai upaya memperbaiki tata kelola dan keekonomian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Peraturan ini juga sebagai langkah untuk merespons dinamika yang ada dan memfasilitasi keinginan masyarakat untuk mendapatkan listrik dari sumber energi terbarukan, serta berkeinginan berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca.

    “Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang PLTS Atap ini dapat dilaksanakan dan telah didukung oleh seluruh stakeholder sesuai hasil rapat koordinasi yang dipimpin oleh Bapak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 18 Januari 2022," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Sabtu (22/01/2022).

    Pada rapat tersebut telah disepakati beberapa hal yang menjadi perhatian dalam implementasi Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021, yang berdampak nasional di antaranya potensi kenaikan Biaya Pokok Pembangkitan (BPP), subsidi dan kompensasi, potensi kehilangan penjualan PT PLN serta potensi pendapatan dari capacity charge.

    Dampak APBN yang berkaitan dengan potensi peningkatan subsidi dan kompensasi dipengaruhi oleh pertumbuhan permintaan listrik. Semakin besar permintaan listrik maka dampak terhadap subsidi dan kompensasi semakin kecil. Hal ini menjadi penting agar program pemerintah berkenaan creating demand listrik untuk dapat dipercepat.

    Berdasarkan proyeksi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM, target PLTS Atap sebesar 3,6 gigawatt yang akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2025, akan berdampak positif pada hal-hal di antaranya:

    1. Berpotensi menyerap 121.500 orang tenaga kerja;

    2. Berpotensi meningkatkan investasi sebesar Rp45 – 63,7 triliun untuk pembangunan fisik PLTS dan Rp2,04 – 4,1 triliun untuk pengadaan kWh Exim;

    3. Mendorong tumbuhnya industri pendukung PLTS di dalam negeri dan meningkatkan daya saing dengan semakin tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN);

    4. Mendorong green product sektor jasa dan green industry untuk menghindari penerapan carbon border tax di tingkat global

    5. Menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 4,58 juta ton CO2e; dan

    6. Berpotensi mendapatkan penerimaan dari penjualan Nilai Ekonomi Karbon sebesar Rp0,06 triliun/tahun (asumsi harga karbon 2 Dolar Amerika Serikat (AS)/ton CO2e).

    Adapun substansi pokok dari Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021 yaitu:

    1. Ketentuan ekspor kWh listrik ditingkatkan dari 65 persen menjadi 100 persen;

    2. Kelebihan akumulasi selisih tagihan dinihilkan, diperpanjang dari 3 bulan menjadi 6 bulan;

    3. Jangka waktu permohonan PLTS Atap menjadi lebih singkat (5 hari tanpa penyesuaian Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dan 12 hari dengan adanya penyesuaian PJBL);

    4. Mekanisme pelayanan berbasis aplikasi untuk kemudahan penyampaian permohonan, pelaporan, dan pengawasan program PLTS Atap;

    5. Dibukanya peluang perdagangan karbon dari PLTS Atap;

    6. Tersedianya Pusat Pengaduan PLTS Atap untuk menerima pengaduan dari pelanggan PLTS Atap atau Pemegang IUPTLU; dan

    7. Perluasan pengaturan tidak hanya untuk pelanggan PLN saja tetapi juga termasuk pelanggan di Wilayah Usaha non-PLN (Pemegang IUPTLU).

    Sebagai informasi, proses pelayanan sistem PLTS Atap selama masa transisi masih dilakukan secara manual, belum berbasis aplikasi. 

    (MCR)



     
    Berita Lainnya :
  • Menteri ESDM Terbitkan Aturan mengenai PLTS Atap
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Presiden Apresiasi Mudik Lebaran Tahun 2022 Berjalan Aman dan Sehat
    02 Titik Panas Berkurang, Hujan Masih Berpotensi Terjadi Pada Beberapa Wilayah di Riau
    03 Ketua DPRD Riau Sebut Konversi BRK Syariah Permudah Layanan Perbankan
    04 SK Pj Wali Kota Pekanbaru dan Bupati Kampar Berlaku Satu Tahun
    05 Sebagian Besar Wilayah Riau Berpotensi Hujan Hari Ini
    06 BRK Syariah Jadi Nafas Baru Pembangunan Ekonomi di Riau
    07 Seluruh Kabupaten di Wilayah Provinsi Riau Sepakat Ikuti Perjanjian Kerjasama Tripartit
    08 Asyik, Ada Tempat Hang Out Yang Instagramable di Mal PX
    09 Dumai Optimis Stunting Turun
    10 Izinkan Warga Lepas Masker di luar Ruangan, Pemprov Riau Sambut Baik Kebijakan Presiden Jokowi
    11 Hujan Berpotensi Terjadi Pada Beberapa Wilayah di Riau
    12 Tanggapan Pegadaian Atas Pemberitaan Tentang Gugatan Hak Cipta Tabungan Emas
    13 Wagubri Pimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2022 Tingkat Provinsi Riau
    14 Sebagian Kecil Wilayah Riau Hari Ini Berpotensi Terjadi Hujan Dengan Intensitas Ringan
    15 Temui Menpora Amali, Gubri Usulkan Riau Jadi Tuan Rumah Haornas ke-39
    16 Titik Panas Nihil, Hujan Berpotensi Terjadi Pada Beberapa Wilayah di Riau
    17 Presiden Jokowi Beri 6 Arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna
    18 Sebagian Besar Wilayah Riau Berpotensi Hujan
    19 2.290 Jamaah Haji Riau Bakal Berangkat, Mahyudin: Wajib Konfirmasi Ke Bank Pendaftaran
    20 Sore Hingga Dini Hari Berpotensi Terjadi Hujan
    21 Transisi Pandemi ke Endemi Harus Hati-Hati
    22 Hujan Masih Terjadi Pada Beberapa Wilayah di Riau
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau