Proyek Satelit Kemenhan Rugikan Negara Rp800 M dan Bisa Lebih Besar Lagi
Jumat, 14-01-2022 - 09:16:00 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD.
TERKAIT:
 
  • Proyek Satelit Kemenhan Rugikan Negara Rp800 M dan Bisa Lebih Besar Lagi
  •  

    JAKARTA -- Pengelolaan proyek satelit Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang dijalankan pada 2015 diduga merugikan negara hingga Rp800 miliar. Di luar angka tersebut, negara juga masih berpotensi ditagih sejumlah perusahaan transnasional akibat kontrak yang dibuat Kemenhan.

    Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan salah satu kejanggalan dalam persoalan ini adalah Kemenhan membuat kontrak dengan Avanti Communication Limited. Padahal negara belum menganggarkan kontrak itu.

    "Kementerian Pertahanan pada tahun 2015, melakukan kontrak dengan Avanti untuk melakukan sesuatu. Padahal, anggarannya belum ada. Anggarannya belum ada, dia sudah kontrak," kata Mahfud dalam konferensi pers virtual, Kamis (13/1).

    Mahfud menjelaskan persoalan ini bermula saat Satelit Garuda-1 keluar meninggalkan Slot Orbit 123 derajat Bujur Timur (BT). Akibatnya, timbul kekosongan pengelolaan slot orbit.

    Sementara itu, International Telecommunication Union (ITU) menetapkan negara yang memiliki hak mengelola suatu slot orbit diberi waktu selama tiga tahun untuk mengisi kekosongan itu. Jika tidak dilakukan, maka hak pengelolaan slot orbit secara otomatis akan gugur. Negara lain juga bisa menggunakan slot tersebut.

    Menghindari kekosongan orbit lebih lama, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kemudian memenuhi permintaan Kemenhan untuk membangun Satelit Komunikasi Pertahanan (Satkomhan).

    Mahfud membeberkan Kominfo baru menerbitkan persetujuan pengelolaan oleh Kemhan per 29 Januari 2016. Namun, Kemenhan telah membuat kontrak sewa satelit Artemis pada 6 Desember 2015.

    "Kemenhan kemudian membuat kontrak sewa Satelit Artemis yang merupakan floater (satelit sementara pengisi orbit) milik Avanti Communication Limited, pada tanggal 6 Desember 2015," kata Mahfud.

    Pada 25 Juni 2018 Kemenhan mengembalikan hak pengelolaan slot orbit 123 derajat BT ke Kemkominfo. Kemudian, pada 10 Desember tahun yang sama, Kemkominfo memutuskan Hak Penggunaan Filing Satelit Indonesia pada Orbit 123 derajat untuk Filing Satelit Garuda-2 dan Nusantara-A1-A kepada PT Dini Nusantara Kusuma (PT. DNK).

    Namun, perusahaan tersebut tidak bisa menyelesaikan residu dampak tindakan Kemenhan dalam pengadaan Satkomhan.

    Menurut Mahfud, saat meneken kontrak sewa dengan Avanti tahun 2015, Kemenhan belum memiliki anggaran untuk membangun Satkomhan.

    Sementara itu, sepanjang 2015-2016 Kemenhan meneken kontrak dengan Navayo, Detente, Airbus, Lovel, Hogan, dan Telesat. Padahal, anggarannya belum tersedia pada 2015.

    "Sedangkan di Tahun 2016, anggaran telah tersedia namun dilakukan self blocking oleh Kemenhan," ujar Mahfud.

    Beberapa waktu kemudian, Avanti melayangkan gugatan melalui London Court of International Arbitration. Sebab, Kemenhan tidak membayar satelit sesuai nilai kontrak yang telah disepakati.

    Kata Mahfud, pengadilan arbitrase kemudian menjatuhkan vonis yang membuat negara harus mengeluarkan uang hingga setengah triliun.

    "Lalu, pada tanggal 9 Juli 2019, pengadilan arbitrase menjatuhkan putusan yang berakibat Negara telah mengeluarkan pembayaran untuk sewa Satelit Artemis, biaya arbitrase, biaya konsultan, dan biaya filing satelit sebesar Rp515 Miliar," kata Mahfud

    Terkait kontrak dengan pihak Navayo, pada 2016-2017 pejabat Kemhan disebut tetap menerima dan menyetujui barang-barang yang diserahkan oleh Navayo meski tidak sesuai dengan dokumen Certificate of Performance. 

    Navayo kemudian menagih uang sebesar USD16 juta kepada Kemenhan. Namun, pemerintah menolak membayar tagihan ini. Navayo kemudian menggugat Indonesia ke pengadilan Arbitrase Singapura pada 22 Mei tahun lalu.

    "Berdasarkan putusan Pengadilan Arbitrase Singapura tanggal 22 Mei 2021, Kemenhan harus membayar USD20.901.209 kepada Navayo," tutur Mahfud.

    Selain dua tagihan bernilai jumbo itu, kata Mahfud, masih ada kemungkinan Kemenhan bakal ditagih oleh Detente, Hogan Lovells, Teleset, dan Airbus.

    "Negara bisa mengalami kerugian yang lebih besar," tutur Mahfud.

    Sumber: cnnindonesia.com



     
    Berita Lainnya :
  • Proyek Satelit Kemenhan Rugikan Negara Rp800 M dan Bisa Lebih Besar Lagi
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 BKKBN Riau Revitalisasi Program KB di Perusahaan
    02 Capaian Vaksinasi untuk Anak-Anak di Riau Sudah Mencapai 92 Persen, Kuansing Paling Tinggi
    03 Data Kemkes: 1.369 Kasus Omicron Sejak Desember, Sebagian Sudah Vaksin
    04 Kadisdik Riau Minta Sekolah Koordinasi dengan Dinkes, TNI-Polri untuk Percepat Vaksinasi Anak
    05 Kemenag Riau Minta Karantina Jemaah Pulang Umrah di Asrama Haji
    06 Menteri ESDM Terbitkan Aturan mengenai PLTS Atap
    07 Pantau Minyak Goreng Satu Harga, Pemerintah Buka Kontak Pengaduan
    08 Satgas: Kasus Covid-19 RI Naik Lima Kali Lipat dalam 3 Minggu
    09 Malam dan Dini Hari Berpeluang Hujan Pada Beberapa Wilayah di Riau
    10 Kanwil DJP Riau: Wajib Pajak Jangan Lewatkan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) Pajak
    11 Awal Kepemimpinan Irjen Iqbal, Dit Resnarkoba Polda Riau Amankan 80 Kg Sabu dan Ringkus 11 Pelaku
    12 Jokowi: Pejabat TNI-Polri Aktif Tidak Mungkin Jadi Pj Gubernur
    13 Hujan Dengan Intensitas Ringan Berpotensi Terjadi di Sebagian Riau Pada Malam Hari
    14 Tahun Ini, Pemprov Riau Bangun dua Tower Menjulang 12 Lantai
    15 Silaturahmi Dengan Cipayung Plus, Irjen M Iqbal: Polri dan Pemuda Untuk Pembangunan di Riau
    16 BKKBN Provinsi Riau Gelar Acara Peluncuran Pil KB Ibu Menyusui
    17 Wakapolda Riau: Mari Terus Gelorakan Untuk Keselamatan Masyarakat
    18 BPOM: Booster Satu Dosis Penuh Bisa Timbulkan Efek Lebih Berat
    19 Pagi Hingga Malam, Beberapa Wilayah di Riau Berpotensi Hujan
    20 Terima Sertifikat CSFA dari BPK, Kapolri Ingin Personel Polisi Miliki Kemampuan Auditor
    21 Wawako Pekanbaru Imbau Masyarakat Waspadai Penyebaran Omicron
    22 Diskes Bersiap Berikan Vaksin Booster Kepada Warga
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau