Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo mengumumkan batas tarif tertinggi ya" />
 
 
Kemenkes Tetapkan Tarif Maksimal Rapid Test Corona Rp150 Ribu
Selasa, 07-07-2020 - 22:38:24 WIB
Ilustrasi.
TERKAIT:
 
  • Kemenkes Tetapkan Tarif Maksimal Rapid Test Corona Rp150 Ribu
  •  

    JAKARTA -- Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo mengumumkan batas tarif tertinggi yang harus dibayarkan untuk pemeriksaan rapid test antibodi yaitu Rp150 ribu.

    "Batasan tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antibodi adalah Rp150 ribu," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (7/7).

    Besaran biaya tersebut diatur dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Tes Antibodi. Dalam surat tersebut juga dijelaskan besaran tarif tersebut ditujukan bagi masyarakat yang melakukan tes secara mandiri.

    Bambang juga mengatakan aturan tersebut dibuat agar bisa menjadi acuan rumah sakit atau laboratorium dalam menetapkan biaya pemeriksaan.

    "Agar fasilitas pelayanan kesehatan atau pihak yang memberikan pelayanan pemeriksaan rapid test antibodi dapat mengikuti batasan tarif tertinggi yang ditetapkan," ujarnya.

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mewajibkan seluruh awak dan calon penumpang angkutan laut maupun udara melampirkan surat keterangan sehat dan hasil pemeriksaan rapid test antibodi saat membeli tiket perjalanan.

    Aturan ini dikeluarkan melalui Surat Edaran (SE) Menkes Nomor HK.02.01/Menkes/382/2020 Tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandar Udara dan Pelabuhan dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    "Pada saat pembelian tiket pesawat dan atau kapal, penumpang yang akan melakukan perjalanan dalam negeri wajib menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibodi nonreaktif kepada pihak maskapai/operator pelayaran/agen perjalanan secara elektronik maupun non elektronik," bunyi salah satu aturan yang tertulis dalam Surat Edaran yang diakses CNNIndonesia.com, Jumat (3/7).

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mengeluhkan mahalnya biaya rapid test. Dia meminta Kementerian Keuangan memberikan subsidi kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan.

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, tidak adanya pengaturan harga maksimal rapid test membuat layanan ini kerap sulit diakses masyarakat.

    "Kami sungguh menyesalkan banyak orang kemudian menari di atas penderitaan kami hari ini, dengan menawarkan harga rapid test yang terlalu melambung," imbuhnya dalam rapat bersama Panja Pemulihan Pariwisata DPR, Selasa (7/7).

    "Hari ini ada yang mengatakan (biaya) sudah Rp120 ribu, tapi ada yang bilang Rp80 ribu. Jadi, ini yang perlu terus menerus kami cari kenapa masih ada yang Rp350 ribu-Rp500 ribu," jelasnya.

    Sementara Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo pernah mengatakan tes kesehatan terkait virus corona dengan metode rapid test tidak efektif dan tak akurat. Rapid test ini ditempuh pemerintah karena dinilai lebih murah.

    "Ternyata juga rapid test ini tidak semuanya efektif. Oleh karenanya ke depan kita lebih banyak mendatangkan PCR test," kata Doni dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kepala BNPB melalui siaran langsung di akun Youtube DPR RI, Senin (6/4). (CNI)



     
    Berita Lainnya :
  • Kemenkes Tetapkan Tarif Maksimal Rapid Test Corona Rp150 Ribu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 5 Jenis Herbal Imunomodulator yang Perkuat Sistem Imun
    02 Terorisme, DPR Sebut TNI Dibutuhkan Meski Polisi Bekerja Baik
    03 MU Susah Payah ke Semifinal Liga Europa
    04 Dari Sore Hingga Dini Hari, Sebagian Besar Wilayah Riau Akan Hujan
    05 Pelarian Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bengkalis, Muhammad, Berakhir Sudah
    06 Pandemi covid-19 sangat berpengaruh terhadap Bangga Kencana
    07 Menkes Pantau Kesiapan Jelang Uji Vaksin Corona di RS Unpad
    08 Gubri Didorong Daerah Lain di Riau Berlakukan Wajib Masker pada Warga
    09
    10 Dapat Bantuan, Pelaku UMKM Diimbau Isi Data Lewat Aplikasi
    11 Wali Kota Pantau Razia Masker
    12 Sayuran Rendah Glikemik, Pilihan untuk Kontrol Gula Darah
    13 Top Skor Liga Champions: Misi Sulit Messi Kejar Lewandowski
    14 Pengumuman SBMPTN Dimajukan, Hasil Bisa Diakses Jumat
    15 88 Titik Panas Terpantau di Riau Pagi Ini
    16 Hasil MotoGP Ceko: Binder Menang Kalahkan Morbidelli
    17 Ketua DPRD Riau Apresiasi Penangangan Karhutla Tim Satgas Riau
    18 HUT ke-63 Riau Momen Hidupkan Sektor Pariwisata
    19 Polisi Di Inhu Antar Bendera Merah-Putih Ke Suku Pedalaman
    20 DPRD Gelar Paripurna Hari Jadi ke 63 Provinsi Riau Tahun 2020
    21 Perempat Final Liga Champions: Kuda Hitam dan Tim Mimpi Juara
    22 Prabowo Resmi Jabat Ketua Umum Gerindra Lagi Hingga 2025
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Buletin Satu - News information About Riau